+ -

Pages

Resonansi

Kekosongan
Kau menelannya perlahan
Didalam jiwa nurani
Kekosongan sangat membebani
Psikis yang tak terlatih
Ditusuk oleh belati dari dalam hati
Hingga mati perasaan
Seolah hanya ada kehampaan

Harapan kan datang seiring waktu
Bernafas dengan nafasmu
Mengalir di aliran darahmu
Berpusat pada pola fikirmu
Kau seperti tersesat kedalam dunia baru
Hingga haru kadang menyelimuti setiap perjalananmu
Berpacu dengan detak jantungmu
Resonansi, datang bertamu

Ingin sekali rasanya berada di titik tertentu
Disaat ekonomi bukanlah penentu
Disaat hanya kaulah yang membuat ku rindu
Sedih duka suka cita ataupun terisak tersedu-sedu
Getaran ini yang memacuku
Tak bisa kukatakan apa itu, hanya bisa kuberitahu seperti apa rasanya
Karena bintang yang terang telah membantuku
Resonansi, memberiku segalanya



5 Mini Blog: January 2015 Kekosongan Kau menelannya perlahan Didalam jiwa nurani Kekosongan sangat membebani Psikis yang tak terlatih Ditusuk oleh belati dari da...

Tak Terlihat, Namun Mampu Kau Rasa

Ketika hati mampu merangkul segala hal yang tak tertangkap oleh mata
Kau berkata kau ingin pergi
Kau berkata jalan ini bukan jalanmu lagi
Dan berjuta orang yang mendukungmu diluar sana takkan melihatmu lagi
Aku masih mencari kata-kata yang tepat untuk ini
Mencari makna yang pas agar kau tetap menemani di sisi
Aku adalah imajinasimu
Yang kau inginkan tapi tak pernah kau ingat-ingat lagi
Aku tak mau kehilanganmu
Yang kau tau semuanya hanyalah sekedar mimpi tak berarti
Bukan
Bukan kau yang menentukan apakah diriku berarti untukmu
Tapi akulah yang hendak tetap tinggal bersamamu
Aku ada bersama puusaran waktu
Aku berdimensi seolah saraf-saraf fikiranmu menjadi ruangan semu
Karena kau memiliki sesuatu yang sulit dinilai dengan mata
Tapi sangat breharga tanpa terkata
5 Mini Blog: January 2015 Ketika hati mampu merangkul segala hal yang tak tertangkap oleh mata Kau berkata kau ingin pergi Kau berkata jalan ini bukan jalanmu lagi ...
< >