+ -

Pages

Melebur

Aku tak tau apakah ini akan sepadan
Karena sekarang ketidak-pastian menggerogoti sepenuh-badan
Menganalogikan infrastruktur menjadi sesuatu yang terstruktur
Namun tanahku kekacauan yang terstruktur
Dari hari ke hari aku selalu mencoba mencari makna
Dimanakah terdapat nama kita ditengah hujan dan kemarau
Dari hari ke hari aku selalu mencoba mencari cara
Bagaimana aku akan terus bertahan ditengah peraduan kemilau
Seperempat gelas air telah kuteguk
Ketika helaan nafasmu mendarat menghangatkan tengkuk
Aku senang saat kau bersender padaku
Mengartikan bahwa aku masih cukup kuat untuk menahan sesuatu selain diriku
Awan putih kan mengerikan ketika hujan ingin turun
Petir yang menggelegar besar namun hanya sebentar
Begitu pula keindahan semu yang sering terlamun
Karena hitungan waktu hanya kurun dapat melintas bak halilintar
Semua dapat berubah dalam sekejap
Bila refleksi hanyalah bagian relatifitas
Maka tunjukanlah bahwa aku merefleksikan sesuatu yang pantas
Yang pantas untuk engkau ikuti
Yang pantas untuk kau maknai
Periode demi periode
Kita pernah berharap semua akan membaik pada setiap orde
Namun karena order, rezim tak mau mendengarkan solusi dari setiap metode
Selama mata uang lebih tajam dari mata pisau

Selama uang berbicara lebih keras dari mulut rakyat yang kian risau
5 Mini Blog: November 2014 Aku tak tau apakah ini akan sepadan Karena sekarang ketidak-pastian menggerogoti sepenuh-badan Menganalogikan infrastruktur menjadi ses...

Tentang Aku dan Kau, Kita

Aku bisa melakukan ini dengan cara yang berbeda
Tapi kita mencoba menembus batas hingga pantas meretas aturan mereka yang membantai
Memberantas tak semudah berbicara terkecuali bergerak
Hanya karena kau berhak tak bisa hanya sekedar berteriak
Aksi perlu tapi mereka lebih memilih memaki lalu mengelak
Bak api yang membara panasnya bukan cuma kau yang rasa
Asa binasa selagi aspirasi berbicara diatas nama yang biasa
Lalu apa yang harus kau lakukan
Pada ketukan rima kehidupan yang memiliki bentukan
Kadang hidup keras butuh tuntutan
Kadang harapan hanya sebagai hiburan
Liburan dari bosan yang menggandrungi
Tak mampu melindungi mu dari rasa sendiri
Dan aku merasa bagaikan embun
Terik akan menguapkan aku seiring pagi beranjak pergi
Dan kita semua sekarang terlamun
Teriakan sering terdengar dan penyamun menjadi semakin liar
Lagi dan lagi
Pada presisi yang terbiar
Aku dan dirimu menyatu dalam filosofi yang kompleks
Tanah ini semakin sesak di penuhi kompleks
Matahari berdiam sejenak saja dan semua protes
Dan fakta bahwa hidup tak seterprediksi psikotes
Ada kesempurnaan yang tak terduga
Ada beda yang menelan dahaga
Ada jiwa meninggalkan raga
Dan dengan bangga menemui Tuhannya
Aku dapat terbang lebih tinggi dari yang terlihat
Saat aku melihat ke bawah yang ada hanya perasaan takut berkutat
Karena aku dan kau tak jauh berbeda disaat langit malam mulai memekat
Karena aku dan kau tak jauh berbeda disaat cinta datang memikat
5 Mini Blog: November 2014 Aku bisa melakukan ini dengan cara yang berbeda Tapi kita mencoba menembus batas hingga pantas meretas aturan mereka yang membantai ...

Merindukanmu

Seruput kopi pagi ini terasa nikmat sekali
Menutup perih di dalam hati
Menghangatkan tubuh yang dihampiri sepi
Padamu terlamun semua mimpi
Seolah elok hari hanya padamu bersua
Seakan perasaan  sudah tidak ingin mendua
Cinta yang dipendam menumpuk telah lama
Dan rintik-rintik hujan terus menampilkan pesona
Pernah terpikir untuk melayang jauh
Bersama separuh nafasmu yang terbang bersamaku
Bersama kalimat rindu yang kau kirimkan padaku
Diwaktu itu

Simponi indah dari tabrakan air hujan dengan tanah
Menyembur pecah berserakan tak terarah
Sempat kau marah karena cuaca yang parah
Menghentikanmu dari cinta yang terpisah oleh jarak
Sesekali angin yang bertiup
Sesekali mantap aroma yang ku hirup
Sesekali bayanganmu membuatku takut
Bukan takut pada raga yang mengeriput
Ku tau kau sangat merindu
Begitu pula diriku yang dipisahkan oleh waktu denganmu
Tapi pada secarik kertas kutuliskan namamu
Nama yang selalu terselip dalam setiap doaku
Pada akhirannya tertulis "Aku merindukanmu"
5 Mini Blog: November 2014 Seruput kopi pagi ini terasa nikmat sekali Menutup perih di dalam hati Menghangatkan tubuh yang dihampiri sepi Padamu terlamun semua mimp...

Malam

Setiap bahasa adalah cerita
Mengalun indah dari kata per kata
Jika kau adalah pencinta
Maka biarkan rinduku mencari jalannya
Pada sejuk embun yang dinginkan pagi
Seolah mentari dilangit sana sedang ingin menyendiri
Sinarnya hanya untuk dirinya sendiri
Kala desah itu membangunkanku dan bulu roma ku berdiri
Aku senang kau ada disini
Menemani ku hingga menjelang malam lebih dini
Karena bagiku kau adalah pemerhati
Yang mencintaiku dengan hati-hati
Biarkan disaat siang hiruk-pikuk kota menghantam
Tapi jiwa yang senang ini kan selalu tenteram
Terus miliki aku wahai gelora malam
Meskipun kelam tapi anggunmu tak pernah padam
5 Mini Blog: November 2014 Setiap bahasa adalah cerita Mengalun indah dari kata per kata Jika kau adalah pencinta Maka biarkan rinduku mencari jalannya Pada sejuk ...
< >