+ -

Pages

19

Sesuatu terjadi pasti ada alasan
Dan kau takkan mengerti mengapa bulan kadang tiba-tiba dapat muncul dalam kegelapan
Sekian tahun berlalu masih banyak hal yang sama
Tak berubah sedikit pun meski di tempa waktu yang lama
Semua yang aku tahu berakhir pada kematian yang pasti
Tak dapat sedikit pun dicegah oleh mantri hingga ahli
Manusia dan sensasi
Mengeruk harta dari ketenaran dengan cara bodoh, idiot, bahkan mempermalukan diri sendiri di layar televisi
Tontonan disuguhkan sudah tak lagi mementingkan edukasi
Menjilat pantat atasan supaya dapat bonus yang lain biarkan saja tereliminasi
Dengan cara curang halal dan haram bukan permasalahan
Beradab atau tidak itu pertimbangan kesekian
Asal belum di jegal badan sensor dan FPI, pembodohan pun dilanjutkan
Berakhir dalam demagogi dan semacam yang tak senonoh
Pembelotan ajaran, hasutan kapitalis dan video porno
Meniru tanpa menyaring
Eksistensi berkutat pada kertas bernominal dan suatu yang garing
Kita bekerja untuk mendapatkan uang yang tak kita miliki
Membeli hal-hal yang tak benar-benar kita butuhkan
Untuk membuat puas orang-orang yang bahkan tidak kita kenal
Dahulu ketika 13 tahun aku sering bertanya apa yang sebenarnya kita cari dalam hidup ini
Kemudian menemukan jawabannya di GTA
Kini kita menjadi satu dengan sistem sekuralis
Menyamakan semua sama rata yang tidak bisa disamakan
Menawarkan kepuasan sesaat dibayar dengan dilema berkepanjangan
Menyamarkan semua yang benar dan menggantinya dengan sistem yang orang-orangnya mati nurani
Maka demi apa perbedaan itu bukan untuk disamakan tapi dijembatani
Kebingungan dalam keputus-asaan
Karena memang seharusnya "Apa yang terjadi, terjadilah"
Logika tidak diciptakan untuk menyanggah apapun yang telah disediakan di dalam langit dan bumi
Tapi lebih dari itu kita tak memiliki banyak waktu selain untuk mempelajari dan mengagumi
5 Mini Blog: September 2013 Sesuatu terjadi pasti ada alasan Dan kau takkan mengerti mengapa bulan kadang tiba-tiba dapat muncul dalam kegelapan Sekian tahun...

Doa

Aku dan rima
Menyatu dan berirama
Di dalam sunyi maupun ramai
Masih tetap kurasakan damai
Jika cinta belum dapat ditemukan
Tak usah gelisah dan memaksakan
Semua kisah telah ditakdirkan
Karena kita manusia berencana tuhan menentukan
Namun patutlah berusaha
Maju meraih singgasana
Bukan untuk saling bantai dan menjatuhkan
Melainkan membantu sesama yang membutuhkan
Kupercaya bahagia bukan soal gadaikan semua
Tapi lebih berjuang keras berupaya sekuat tenaga
Bintang kecil bersinar terang
Beramai-ramai langit benderang
Sedikit demi sedikit menjadi bukit
Tak akan ada kapal siar bila sebelumnya tak ada rakit
Awalnya rumit tapi itu bukan masalah
Tak ada yang menghadang meski di saat salah
Perhatikan langkah jalan berhati-hati
Kita belajar dan bekerja untuk mempersiapkan mati
Tapi tidak melupakan semua kewajiban
Kehidupan berjalan tetap pada alur yang ditujukan
Jangan melenceng jangan tergoda
Meski godaan megah bak pagoda
Hidup itu bukan bagaikan roda
Kadang di atas kadang di bawah
Berputar terus tak pernah berhenti
Namun lebih lagi teliti
Hidup bagaikan mendaki puncak gunung
Kita harusnya berjuang bukan berkompetisi bersama akhlak tetap di junjung
Yang muda disanjung, yang tua dihormati
Sekejap mantapkan hati bertahan lebih lama
Mari kita berdoa pada Allah semoga selamat
Baik dunia maupun akhirat
5 Mini Blog: September 2013 Aku dan rima Menyatu dan berirama Di dalam sunyi maupun ramai Masih tetap kurasakan damai Jika cinta belum dapat ditemuka...

Bulan Dalam Sinar Perak

Terakhir semua orang tahu bualan angin yang memuakkan
Mereka bilang ini dan itu
Mereka membencimu, mencacimu
Kau tak peduli, biarkan saja mereka sesuka hati
Mereka mengalangimu, menghadangmu
Tapi semenjak kau adalah Matahari
Mereka tak mampu mencegahmu
Aku lihat diatas langit, di kala malam
Segelas teh hangat di depanku, kau menghilang
Beberapa waktu setelahnya aku larut dengan suara menyenangkan
Itu keluar dari tali bercabang yang pada telinga kupasangkan
Satu per satu sinar kecil mengintip dari atas
Itu para bintang, bermain riang
Sehinggalah hamparan langit itu  mereka penuhi dengan malu-malu
Tak lama berlalu
Tampaklah Sang Bulan
Berwujud anggun bak putri kerajaan
Sinarnya tak berlebihan, terang berbinar-binar
Benderang dalam gelap meski terkadang hanya sebentar
Dialah yang ditunggu-tunggu kehadirannya
Bulan kau indah bagai mawar meski tak sampai harumnya
Kupandang cukup lama
Sepertinya ketagihan
Aku ingin berhenti jika bosan tapi entah kapan
Bulan dalam sinar perak jadi kudapan

Bulan dalam sinar perak melamun menatap ke Bumi
Bulan dalam sinar perak melamun mengamati Bumi
Jika aku punya permintaan yang pasti akan terkabul
Maka bolehkah aku meminta Bulan itu jadi temanku?
Lalu Ia bisa ceritakan apapun kepadaku selama Ia diatas sana
Aku tak bisa menjanjikan apapun untuknya
Tapi aku akan menjadi pendengar yang baik
Saat Ia malu-malu, marah, kesal, senang dan sedih
Saat Ia mulai terhanyut perasaan bahagia atau kala kepalanya mulai mendidih
Bulan dalam sinar perak
Menatapmu aku bagaikan raja dan kau adalah mahkotanya
5 Mini Blog: September 2013 Terakhir semua orang tahu bualan angin yang memuakkan Mereka bilang ini dan itu Mereka membencimu, mencacimu Kau tak peduli, biarkan saja...
< >