+ -

Pages

Semesta

Aku ingin tahu mengapa hidup mereka begitu menyedihkan
Mereka berusaha dan terus mengusahakan tanpa merubah apapun
Untuk setiap lembaran uang yang dihabiskan
Yang bahkan tidak menghasilkan
Sukses itu jelas absolut tujuan semua orang
Definisi relatif begitu pula usaha yang dilakukan
Setiap hari mereka senang menghakimi
Merasa yang paling mulia dan tak mau mengalah
Mereka membutakan mata akan kebenaran
Jiwa-jiwa yang rusak di dalam tubuh sempurna
Tercipta dengan maksud yang jelas
Namun tumbuh dalam visi misi yang salah
Motivasi yang melemah
Di dalam diri kebingungan
Manakah jalan yang harus diperjuangkan

Angkasa
Tempat benda-benda langit berpendar
Aku melihatnya dari sebuah tempat yang gelap dan lembab dengan mata berbinar
Bisa kubayangkan betapa peluk hangat benda-benda itu akan menerangi seluruh hidup manusia
Maka salam hangat untuk mereka
Salam hangat juga untuk para pecinta sinar rembulan
Yang meluangkan waktu untuk membayangkan mimpi dan masa depan di kala malam
Untuk para pecandu, para pembunuh, para pemimpi
Untuk para penemu dan untuk para penyendiri
Tetaplah pada jalan yang kalian tempuh
Kalian tidak pernah sendirian
Karena kita adalah pecandu sinar bulan
Disaat sinarnya muncul dan menyapu wajah
Kita adalah pembunuh pemikiran dan pandangan menyimpang
Lalu menggantikannya dengan cita-cita dan tujuan
Kita juga pembunuh saat musim penghujan
Makhluk itu seperti punya jurus kagebunshin
Kita adalah para pemimpi yang menggantungkan harapan setinggi-tingginya
Lalu mengusahakan dengan mengerahkan segala yang kita miliki
Untuk para penemu yang menemukan setiap teori kehidupan dan bertransformasi menjadikannya motivasi diri
Dan para penyendiri yang lebih merasa sepi diantara keramaian dibanding dengan kesendiriannya
Salam hangat
Para pengamat angkasa
Pencinta Sang Kuasa yang menciptakan semuanya tampak begitu indah
Terimakasih untuk semesta
5 Mini Blog: October 2013 Aku ingin tahu mengapa hidup mereka begitu menyedihkan Mereka berusaha dan terus mengusahakan tanpa merubah apapun Untuk setiap lembaran ua...

Di antara

Kematian tak lagi menakuti
Kesedihan bukanlah ciri seorang pemberani
Gerak dan bergerak tidak ingin diperbudak
Di dalam dada bergelora jiwa seiring jantung yang berdetak
Aku dan nafasku
Aku dan setiap tetes peluhku
Aku di antara para pejuang
Aku di antara para pemimpi
Aku di antara orang-orang yang beranjak pergi tanpa banyak berpikir
Para militan yang berjuang dengan ilmu dan tindakan
Pengetahuan dan tujuan
Bukan pencitraan dan materi
Bukan pula senyum manis dan sembah puji
Mengabarkan dan mengokohkan
Bahwa peradaban sebenarnya tidak seperti ini
Bahwa apa yang kau lakukan harus beserta keyakinan
Mewarnai atau diwarnai
Hanya itu saja pilihannya
               Di antara lekuk indah kedua mata yang berwarna cokelat pekat
               Perlahan terlihat cahaya setelah kegelapan
               Perlahan terbuka seakan-akan melewati tertidur yang panjang
               Seiring waktu berjalan
               Seiring rentetan keseharian yang memburu seperti didera kelaparan
               Menekan roda perputaran menjadi terbalik
               Tapi tidak...
               Tidak sesekali aku akan melemah
               Ilmu masih rendah ku berjuang menambah dan kuperbaharui
               Karena yang terbaik hanyalah bagi mereka yang berjuang untuk yang terbaik
               Hidayah bukan untuk ditunggu
               Hidayah adalah hasil pencarian atas hasil pemikiran
               Akal mulia bukan sesuatu yang diberikan untuk disia-siakan
               Otak yang memproses maklumat bukan untuk dipenuhi dengan pembodohan
Maka di antara sekian mulut yang membisu
Di antara mata-mata yang melihat kebenaran namun memilih untuk terdiam
Di antara sekian terpaan ilusi yang hanya ada dalam kepala
Ada orang-orang yang membuka mulut
Menyuarakan apa yang seharusnya terealisasi
Di antara gundik-gundik yang memberikan kefanaan basi
5 Mini Blog: October 2013 Kematian tak lagi menakuti Kesedihan bukanlah ciri seorang pemberani Gerak dan bergerak tidak ingin diperbudak Di dalam dada berge...
< >